SATUAN ACARA PENYULUHAN
KESEHATAN GIGI DAN MULUT UNTUK SASARAN MASYARAKAT
(IBU HAMIL)
A. Identitas
Tema : Gangguan Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Ibu Hamil
Waktu pelaksanaan : 30 menit
Sasaran : Ibu Hamil
Fasilitator : Dini Nur Oktaviani
B. Diagnosa Masalah
- 70% ibu hamil kurang menyadari pentinya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan
- 95% Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai gangguan kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan
C. Tujuan Operasional
- Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui apa itu gangguan kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan
- Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui macam-macam gangguan kesehatan gigi dan mulut dan penyebabnya
- Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui akibat dari gangguan kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan untuk ibu dan janin
- Diharapkan ibu hamil dapat memahami cara Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut
D. Karakteristik dan jumlah sasaran
a. Ibu hamil trimester I s/d trimester III
b. Ibu hamil berjumlah 25 orang
E. Uraian Ringkas
- Definisi gangguan kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan
- Macam-macam gangguan lesehatan gigi dan mulut dan penyebabnya
- Akibat gangguan kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan untuk ibu dan janin
- Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut
Pengembangan Materi
Definisi
Gangguan Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan merupakam masalah yang berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut, diakibatkan perubahan hormone atau juga kebiasaan buruk pada masa kehamilan sehingga terjadi penurunan fungsi, rasa tidak nyaman dan juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin.
Macam-macam gangguan kesehatan gigi dan mulut saat masa kehamilan
1. Gingivitis (Radang Gusi)
Istilah gingivitis kehamilan dibuat untuk menggambarkan keadaan klinis peradangan gingiva (gusi) yang terjadi pada kebanyakan wanita hamil. Keadaan ini terjadi kira-kira 5 -25 % dari wanita hamil (Barber dari Graber,1974). Perubahan gingiva ini biasanya mulai terlihat sejak bulan kedua dari kehamilan dan mencapai puncaknya pada bulan kedelapan (Barber dan Graber,1974; Pin borg, 1994; Scully dan Cawson, 1995).
Keadaan ini disebabkan karena Kenaikan jumlah hormone estrogen dan progesteron pada masa kehamilan mempengaruhi rongga mulut (gingiva) sehingga memberikan respon yang berlebihan terhadap faktor iritasi lokal). Dalam hal ini faktor iritasi lokal dapat berupa rangsangan lunak, yaitu plak bakteri dan sisa-sisa makanan, maupun berupa rangsang keras seperti kalkulus. kehamilan bukanlah menjadi penyebab langsung dari gingivitas kehamilan, tetapi juga tergantung pada tingkat kebiasaan kebersihan mulut pasien.
Secara klinis, gingivitis kehamilan ditandai dengan warna merah pada tepi gingiva dan papilla interdental. Pada waktu yang sama, ginggiva membesar, disertai pembengkakan yang terutama memyerang papilla interdental. Gingiva memperlihatkan kecenderungan yang meningkat terhadap pendarahan terutama pada saat menyikat gigi. Kadang-kadang penderita mengalami sedikit rasa sakit.
2. Karies
Merupakan Lubang gigi yang diakibatkan asam hasil metabolisme bakteri yang dapat merusak lapisan gigi. Meningkatnya karies gigi atau menjadi lebih cepatnya proses karies yang sudah ada pada rnasa kehamilan lebih disebabkan karena perubahan lingkungan di sekitar gigi dan kebersihan mulut yang kurang (Burket, 1971 ; Forest, 1995).
Faktor-faktor yang dapat mendukung lebih cepatnya proses karies yang sudah ada pada wanita hamil seperti pH saliva wanita hamil lebih asam jika dibandingkan dengan yang tidak hamil (Burket, 1971).
Kemudian waktu hamil biasanya sering memakan-makanan kecil yang banyak mengandung gula (Forest,1995).
Adanya rasa mual dan muntah membuat wanita hamil malas memelihara kebersihan rongga mulutnya, akibatnya serangan asam pada plak yang dipercepat dengan adanya asam dari mulut karena mual atau muntah tadi dapat mempercepat proses terjadinya karies gigi (Forest,1995).
3. Tumor kehamilan (pregnancy tumor).
Kehamilan dapat pula menimbulkan suatu pembentukan pertumbuhan pada gingiva yang seperti tumor. Istilah yang digunakan untuk keadaan ini adalah pregnancy tumor atau tumor kehamilan, epulis gravidarum ataupun granuloma kehamilan.
Hal ini diakibatkan hormone-hormon yang diperlukan pada masa kehamilan mempengaruhi bagian-bagian lain yaitu gusi. Gusi pada waktu ibu hamil ada bagian yang membengkak membenjol kecil. Pembengkakan ini merupakan jaringan yang tumbuh. Ini merupakan tumor jinak dan tidak nerbahaya namun mesti diangkat karena tidak akan mengempes.
4. Sariawan
Sariawan merupakan lesi/benjolan yang timbul dirongga mulut berwarna putih dan disekitarnya berwarna putih.ini terjadi karena keadaan hormone tubuh yang tidak seimbang terutama pada ibu hamil juga kekurangan vitamin c.
5. Bau mulut
Ini terjadi dalam keadaan gigi dan mulut yang kurang dijaga kebersihannya, juga keadaan gigi yang buruk seperti karies, karang gigi membuat bakteri bau mulut mengendap didalamnya.
Akibat Gangguan Kesehatan gigi pada ibu hamil :
- Sakit gigi yang berkepanjangan
- Gigi dapat mati apabila gangguan tersebut dibiarkan tidak di obati
- Membuat rasa tidak enak dimulut
- Membuat malas makan sehingga nutrisi dapat berkurang
Akibat Untuk Janin :
- PREMATUR
Ibu dengan penyakit periodontal (jaringan gigi) dikaitkan dengan risiko persalinan prematur. (Suharso Edi, 2009) . Bakteri mulut gram negatif menyebabkan respon inflamasi (radang) memacu kontraksi uterus. (Suharso Edi, 2010). Penyakit periodontal yang timbul pada umur kehamilan 21 -24 minggu dapat menyebabkan kelahiran preterm. (Marjorie, et al, 2001) Fajar Novianto – F.Kedokteran Univ. Sebelas Maret (UNS) Solo – G0005009
Menurut penelitian dengan perawatan seperti plak kon trol, scaling, dan berkumur dengan chlorhexidine 0,12%, menjaga kebersihan mulut, serta mengurangi timbulnya plak setiap 2 sampai 3 minggu hingga melahirkan secara signifikan mengurangi tingkat kelahiran prematur. Perawatan gigi secara benar tidak menimbul kan bahaya lahir prematur.
- Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)
Sebuah penelitian yang dilansir Annals of Periodontology di tahun 1998 mengungkap perempuan hamil dengan penyakit gusi yang kronis mempunyai risiko tujuh ka li lebih besar memiliki bayi lahir prematur. Riset lain menemukan sebanyak 77 persen ibu yang melahirkan bayi prematur menderita penyakit radang gusi. (Abidin Boy, 2009)
Mekanisme hampir sama dengan yang lahir prematur. Bakteri yang masuk melalui gusi akan menyebar dan sampai di pembuluh darah ibu yang menuju ke janin. Akibatnya pembuluh darah menjadi sempit sehingga asupan nutrisi pada fetal tergannggu. Bisa sampai nekrosis dan timbul keguguran. (Abidin Boy, 2009)
Penelitian membuktikan bahwa penyakit peri odontal merupakan faktor risiko BBLR. (Shenoy R.P, 2009) . Perawatan gigi secara benar tidak menimbulkan bahaya berat bayi lahir rendah (Newham J.P. et al, 2009)
Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut
- Bila ibu hamil muntah-muntah maka segeralah berkumur atau menyikat gigi
- Menyikat gigi minimal 2 kali sehari dengan menggunakan bulu sikat yang lembut dan membersihkan sela-sela gigi
- Mengatur pola makan yang sehat Dengan memenuhi asupan gizi yang diperlukan janin saat pembentukan gigi di dalam rahim :
a. Makanan 4 sehat 5 sempurna
b. Vitamin a
c. Vitamin c
d. Vitamin d
e. Magnesium dan
f. Protein
- Mengurangi makanan yang manis (mengandung gula)
- Periksa ke dokter secara rutin
F. Strategi
- Ceramah
Metode ini digunakan untik merubah pengetahuan sasaran, disini penyuluh menyampaikan materi dan sasaran menyimak materi yang disampaikan.
- Tanya Jawab
Metode ini digunakan untuk merubah sikap, pola pikir sasaran. Disini penyuluh memberikan kesempatan kepada sasaran untuk bertanya apa yang mereka belum mengerti dan penyuluh dapat menjawab
G. Pengalaman Belajar
Sharing
- Sasaran diminta untuk mengemukakan pengalaman-pengalaman yang pernah dirasakan selama masa kehamilannya berkaitan dengan gangguan kesehatan gigi dan mulut
H. Refleksi
Mendapatkankan informasi mengenai gangguan kesehatan gigi dan mulut yang dialami saat masa kehamilan sehingga diharapkan ibu hamil lebih menjaga kesehatan gigi dan mulutnya sehingga dapat memperkecil dampak untuk ibu dan janin yang dikandung.
I. Sumber Belajar
- Hermawan,Rudi.(2010).Menehatkan Daerah Mulut.Jogjakarta:BukuBiru
- Machfoedz, Ircham drg.(2005).Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil dan Anak-anak.Yogyakarta:Fitramaya
- http://www.library.usu.ac.id/fkg-sayuti3.pdf
- http://www.slideshare.net/rajafnaiv/manajemen-kesehatan-gigi-pada-kehamilan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar