Minggu, 25 Desember 2011

The Notebook, cinta pertama = cinta terakhir

The Notebook film synopsis


‘Feels like Home’…itulah yang selalu saya katakan bila ada pertanyaan mengenai pasangan yang saya inginkan. Seseorang yang bisa membuat saya nyaman untuk bercerita, berbagi pengalaman, dan berbagi suka duka. Nyaman, seperti berada di rumah. Ke manapun kita pergi, ke mana pun kita berpaling, kita akan tetap kembali kepadanya.
Rumah..apa pengertian rumah? Bagi saya, rumah adalah tempat yang nyaman untuk beristirahat, tumbuh, berkembang, dan melakukan apa yang kita suka dengan nyaman. Bisa dilihat juga pengertiannya berdasarkan Wikipedia (klik di sini). Home is where the heart is…Nyaman..itu intinya!
The Notebook, film yang diangkat dari novel best seller karya Nicholas Spark ini menggambarkan secara jelas bagaimana hati dihadapkan pada pilihan antara kesempurnaan dan ke’nyaman’an. Dua pemain utama dalam film favorit saya ini, Ryan Gosling dan Rachel McAdams, mampu membawa emosi penonton seakan merasakan sendiri apa yang dialami sang tokoh utama.
Here’s the synopsis..
***
Sepasang remaja mengawali cinta musim panas mereka yang berkembang ke dalam hubungan cinta yang intim. ALLIE HAMILTON, putri dari keluarga kaya yang sedang menghabiskan liburan musim panas di North Carolina. NOAH CALHOUN, cowok kampung yang bekerja di penggergajian, ia cerdas dan puitis. Noah jatuh cinta sejak pertama kali melihat Allie di pasar malam.
Selama liburan, Allie melewatkan hari-hari indah bersama Noah, melakukan hal-hal yang sama sekali baru baginya. Keduanya merasa seakan sudah saling mengenal sejak lama.
Lucunya, sebenarnya mereka tidak cocok dalam banyak hal. Bahkan mereka sangat berbeda dalam segala hal, loh! Selalu terjadi cekcok dan pertengkaran setiap harinya. Tetapi di samping perbedaan-perbedaan itu, mereka memiliki satu persamaan penting, mereka saling mencintai, tergila-gila satu sama lain!
Menjelang akhir musim panas itu, Noah mengajak Allie mengunjungi rumah tua di perkebunan Windsor. Bisa dibilang, rumah ini sudah sangat tidak layak untuk dihuni. Tanpa mempedulikan kerusakannya, dengan pe de, Noah mengatakan pada Allie bahwa kelak Ia akan membeli rumah ini dan memugarnya kembali menjadi rumah besar bercat putih dengan serambi luas di sekitarnya, serta ruang melukis di lantai atas yang menghadap langsung ke danau, sesuai impian Allie. Mereka melewatkan berjam-jam bersama di rumah tua itu, membicarakan segala impian mereka.
Namun sayang, dua sejoli ini terpisahkan oleh ANNE, ibunda Allie, yang sangat tidak menyetujui hubungan itu. Anne bukannya tidak menyukai Noah, tetapi karena menganggap cowok miskin itu tak pantas untuk putrinya. Orang tua Allie memutuskan segera kembali ke Charlestown.
Kepergian Allie membawa serta sebagian diri Noah dan seluruh sisa musim panas itu. Noah putus asa dan menyesal tak sempat menahan atau mengantarkan kepergian Allie, justru pertemuan terakhir mereka ditutup dengan pertengkaran.
Setiap hari ia tulis surat untuk Allie selama 365 hari, namun sayang, tak sekalipun Ia terima surat balasan. Kedua pasangan itu tak mengetahui bahwa surat Noah tidak pernah disampaikan oleh Anne kepada putrinya.
Akhirnya setelah setahun tanpa berita, Noah memutuskan untuk meninggalkan semua kenangan tentang Allie dan memulai hidup baru, sehingga ia menuliskan surat terakhirnya, surat ke-365.
Noah dan FIN, sahabatnya, memutuskan mengikuti wajib militer Perang Dunia II ke Afrika Utara dan Eropa. Sementara Allie menjadi relawan merawat tentara korban perang.
PD II memang memang memisahkan mereka, namun kenangan tetap menghantui keduanya.
Allie dibuat jatuh cinta oleh LON HOMMAND Jr, tentara yang pernah dirawatnya saat PD II berlangsung. Pria yang akhirnya meminangnya itu benar-benar figur sempurna pilihan orang tua Allie, pria sukses, lucu, cerdas, tampan, dan mempesona.
Saat Lon melamarnya di suatu pesta dansa, Allie menerima dengan sepenuh hati. Namun ia tak mengerti, mengapa di saat dia mengatakan ‘I do’ kepada Lon, wajah Noah hadir dalam benaknya?
Masalah timbul di tengah persiapan pernikahannya, saat Allie melihat foto Noah dengan rumah besar bercat putih hasil kerja kerasnya sendiri, di sebuah harian lokal. Allie merasa harus memastikan perasaannya sebelum mantap dengan keputusan pernikahannya. Ia pun meminta ijin Lon untuk menyendiri beberapa hari dengan alasan menghilangkan tekanan akibat persiapan pernikahan. Kenyataannya, perjalanan itu membawa kembali romantisme antara Allie dan Noah di Seabrook.
“Kenapa kau tidak menyuratiku?” tanya Allie di tengah derasnya hujan di tepi danau Bices Creek. “Aku menunggumu selama tujuh tahun!”
Noah keheranan mendengar pertanyaan Allie. Tak terima dengan pertanyaan itu, dengan sedikit emosi Ia menjelaskan tentang 365 surat yang tak pernah berbalas.
Kehadiran Anne di rumah Noah yang memberitakan akan pencarian Lon ke Seabrook membuyarkan berseminya cinta lama Allie pada pria kampung yang tampan itu. Anne berusaha meyakinkan putrinya mengenai keputusannya kembali bersama Noah ini harus dipikirkannya lagi secara matang.
Anne memberi gambaran pada Allie dengan mengajaknya melihat sosok pekerja galian yang tak lain adalah mantan kekasih Anne. Ia pun pernah memiliki cerita cinta yang tak berbeda dengan Allie dan Noah. Seandainya dulu Anne memilih bersama pria itu mungkin kehidupannya akan menyedihkan dan tidak semapan bersama ayah Allie. Inilah keputusan besar yang harus diambil Allie pula. Ingin tetap bersama pria kampung ataukah bersama Lon yang sukses? Cara Anne memisahkan Allie dengan Noah adalah demi kebaikan putrinya itu.
Noah marah dengan keputusan Allie untuk kembali menemui calon suaminya yang sedang berada di kota kecil itu. Ia menuduh Allie bahwa keputusannya bukan berdasarkan hati tetapi karena keamanan, yaitu ‘uang’.
“Kamu bosan!” seru Noah kepada Allie. “Kamu tidak akan datang ke sini jika tidak ada sesuatu yang hilang! Tidak bisakah kamu tinggal denganku?”
Allie tetap bertahan dengan keputusannya, karena merasa akan sia-sia. Ia dan Noah telah kembali bercekcok seperti dulu. Tidak ada yang perlu dipertahankan. Ia pun merasa bersalah kepada Lon.
“Aku tidak takut,” kata Noah dengan nada tinggi. “Ini tidak akan mudah, akan sangat sulit, kita akan selalu bertengkar dan baikan, akan selalu begitu, tetapi aku ingin kita lakukan..karena aku menginginkanmu. Aku ingin dirimu seutuhnya, kamu dan aku selamanya.”

SAP (Satuan Acara Penyuluhan)


SAP
Satuan Acara Penyuluhan
Sasaran Anak Sekolah Menengah Pertama


I.                   Identitas Mata Pelajaran
1.      Kelas                : VIII (Delapan)
2.      Semester         : 1 (Satu)
3.      Mata Pelajar   : Ilmu Pengetahuan Alam
4.      Pertemuan      : 1 (Satu)

II.                 Standar Kompetensi
Mengenal penyakit gigi dan mulut

III.              Kompetensi Dasar
Mengetahui salah satu penyakit gigi dan mulut

IV.              Indikator
Mengetahui tentang karang gigi dan bahayanya

V.                Alokasi Waktu
45 menit

VI.              Tujuan Pembelajaran
Setelah materi disampaikan diharapkan siswa kelas VIII SMP dapat :
1.      Menjelaskan apa itu karang gigi
2.      Menyebutkan macam-macam penyebab karang gigi
3.      Menjelaskan proses terjadinya karang gigi
4.      Menjelaskan bahayanya karang gigi
5.      Menyebutkan cara mencegah dan perawatan bau mulut





VII.           Materi Ajar
1.      Definisi karang gigi
2.      Macam-macam penyebab karang gigi
3.      Proses terjadinya karang gigi
4.      Bahaya karang gigi
5.      Cara mencegah dan perawatan karang gigi

VIII.         Metode Pembelajaran
1.      Ceramah
2.      Power point

IX.              Kegiatan Pembelajaran
No
Materi
Penyuluhan
Sasaran
Metode
Alat bantu
Waktu
1.
Pendahuluan
Mengucapkan salam.


Memperkenalkan diri.

Menjelaskan maksud dan tujuan penyuluhan.

Memberikan apersepsi
“ adik-adik,ada gak diantara kalian yang digiginya ada plak (jigong) yang mengeras berwarna hitam  ?”
Menjawab salam.

Menyimak

Menyimak


Menjawab
Tanya jawab

Ceramah

Ceramah


Tanya jawab
Papan tulis
2 menit
2
Kegiatan inti
a.      Memberikan penjelasan tentang karang gigi

b.      Memberikan penjelasan tentang macam-macam penyebab karang gigi


c.       Memberikan penjelasan tentang proses terjadinya karang gigi

d.      Memberikan penjelasan tentang bahayanya karang gigi dan penyakit lain yang timbul  akibat karang gigi

e.      Memberikan penjelasan tentang cara mencegah karang gigi dan cara perawatan gigi agar terhindar dari karang gigi beserta penyakit yang timbul akibat karang gigi.

Menyimak



Menyimak






Menyimak

Mengajukan pertanyaan

Menyimak






Menyimak
Ceramah



Ceramah






Ceramah

Tanya Jawab

Ceramah






Ceramah
Power point
4 menit
6
Penutup
Memberikan evaluasi dalam bentuk pertanyaan lisan dengan melibatkan sasaran

Merangkum / menyimpulkan materi dengan melibatkan sasaran

Menyampaikan pesan dan  harapan kepada sasaran.

Mengucapkan terima kasih

Mengucapkan salam  penutup.
Menjawab




Berpartisipasi




Menyimak



Menjawab


Menjawab
Tanya Jawab








Ceramah

5 menit

X.                Alat Bantu
1.      Papan tulis
2.      Papan Tulis

XI.              Penilaian Hasil Belajar
Penilaian hasil belajar dilakukan dengan memberikan post test pada sekelompok siswa atau dengan menunjuk siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan tersebut.
·         Pertanyaan pada saat post test :
1.      Apa itu karang gigi ?
2.      Sebutkan penyebab-penyebab karang gigi ?
3.      Bagaimana proses terjadinya karang gigi ?
4.      Penyakit apa saja yang timbul akibat karang gigi ?
5.      Sebutkan cara mencegah dan perawatan bau mulut ?
·         Penilaian :
ü  Jawaban tepat              = 8-9
ü  Jawaban Kurang tepat  = 6-7
ü  Jawaban tidak tepat     = 2-5
Kesimpulan
Penyuluhan dapat dikatakan berhasil apabila sasaran mendapat nilai minimal 6 setelah dilakukan penyuluhan, sedangkan penyuluhan dikatakan tidak berhasil apabila sasaran mendapat nilai kurang dari 2.

XII.           Sumber Pustaka
·         Hermawan,Rudi.(2010).Menehatkan Daerah Mulut.Jogjakarta:BukuBiru
·         Pratiwi,dona drg.(2009).Gigi Sehat dan Cantik.Jakarta:Kompas media
·         Machfoedz, Ircham drg.(2005).Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil dan Anak-anak.Yogyakarta:Fitramaya











XIII.         Pengembangan Materi

Kalkulus dan bahayanya
·        Pengertian Kalkulus
Kalkulus (Karang Gigi) merupakan kumpulan plak (endapan lunak yang melekat erat pada gigi terdiri dari mikroorganisme apabila melalaikan kebersihan mulutnya) yang termineralisasi atau pembentukan mineral seperti batu karang yang menempel pada permukaan gigi.
Berdasarkan lokasinya, karang gigi ada di supragingiva (permukaan gigi diatas gusi) berwarna kuning kekuningan dan juga subgingiva (permukaan gigi dibawah gusi) berwarna kehitaman.

·        Macam-macam penyebab kalkulus
-          Plak
-          Bakteri
-          Kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut
-          Mengunyah satu sisi

·        Proses Terjadinya Kalkulus
kalkulus supragingiva, terjadi saat karbohidrat menempel kedalam plak maka bermetabolisme menjadi asam dan polisakarida ekstra seluler. Nantinya asam mengkibatkan lubang gigi dan polisakarida ekstra seluler bersifat adhesive (pelekat) sehingga plak makin menempel dan menebal , kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut membuat plak makin tebal lalu menjadi plak matang yang mengandung banyak mikroorganisme sekitar 2-14 hari , kalsium dan fosfat akan keluar bersama air ludah dan mengendap di plak sehingga terjadi pengendapan dan mengeras.
Kalkulus subgingiva terjadi sama seperti supragingiva namun ditambah rembesan darah sehingga mengendap mengeras dan berwarna lebih gelap (hitam).







·         Bahaya Karang gigi
a.      Karang gigi yang menempel pada permukaan gigi mendesak gusi sehingga gusi mengecil, menyiut sehingga akar gigi bagian atas tidak terbungkus gusi. Ini mengakibatkan rasa ngilu pada bagian tersebut karena permukaannya sensitive . biasanya permukaan akar yang tidak tertutup gusi itu terselimuti karang gigi yang sangat kotor penuh mikroorganisme.
b.      Gusi yang sudah terdesak apabila terkena rangsangan benda asing, membengkak sangat merah dan mudah berdarah dan terasa sakit. Bahkan adapula yang bila dipijat keluar nanah. Pada masa ini terjadilah radang gusi atau gingivitis.
c.       Penyakit gingivitis ini tidak akan berhenti namun akan terus menjalar, masuk ke dalam jaringan sekitar gigi dan bakteri-bakteri berkembangbiak dan menyerbu daerah ini sehinggan terjadi Periodontitis (radang jaringan pendukung gigi). Tak luput tulang rahang yang berdekatanpun dihancurkan oleh bakteri. Periodontitis membuat gigi tidak kokoh pada gusi sehingga bias goyah dan lepas.

·        Cara pencegahan dari kalkulus dan bahayanya
a.      Menjaga kebersihan gigi dan mulut
-          Menyikat gigi minimal 2 kali sehari
-          Menggosok gusi dengan lembut
-          Membersihkan sela-sela makanan sengan dental floss
b.      Jangan mengunyah di satu sisi karena karang gigi akan banyak terbentuk di permukaan yang tidak dipakai mengunyah karena fungsi mengunyah sebagai sikat gigi alami tidak ada.
c.       Konsumsi buah atau sayuran yang berserat
d.      Rajin control ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

·        Cara Perawatan
Bila karang sudah terbentuk maka bersihkanlah karang gigi dengan bantuan dokter gigi atau perawat gigi dengan proses pembersihan karang gigi (skaling).



***